Bandar Lampung – Program Studi Magister Bahasa Inggris di Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang kali ini difokuskan pada pelatihan pembuatan media pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Bandar Lampung.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Aula A kampus Universitas Teknokrat Indonesia pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dengan diikuti oleh kurang lebih 100 guru Bahasa Inggris dari berbagai SMP di Kota Bandar Lampung. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal kegiatan, mengingat tema pelatihan yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran di era digital saat ini. Pelatihan ini secara khusus menitikberatkan pada pengembangan media pembelajaran yang tidak hanya bersifat visual, tetapi juga interaktif, dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas.
Dalam konteks perkembangan teknologi yang semakin pesat, peningkatan kompetensi guru menjadi hal yang sangat penting. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan pedagogik para guru, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pembelajaran secara kreatif dan inovatif. Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman terkait pentingnya etika dalam penggunaan teknologi, sehingga pemanfaatan AI tetap berada pada koridor yang tepat dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di kelas. Mereka dibimbing untuk merancang berbagai media pembelajaran interaktif berbasis AI, mulai dari pembuatan materi visual, latihan soal interaktif, hingga pengembangan konten pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik bagi siswa SMP.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang pendidikan Bahasa Inggris dan teknologi pembelajaran. Salah satunya adalah Prof. Akhyar Rido, yang menyampaikan materi mengenai konsep “Fun Learning” dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif sangat penting untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Menurutnya, ketika siswa merasa nyaman dan tertarik, maka proses pembelajaran akan menjadi lebih efektif, serta mampu meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar mereka.
Sementara itu, Dr. Ngestirosa memberikan pemaparan mengenai pemanfaatan berbagai tools berbasis AI dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP. Ia menjelaskan secara rinci bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk menciptakan media pembelajaran yang lebih variatif, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dengan memanfaatkan AI, guru dapat menyusun materi yang lebih personal, sehingga mampu menjawab kebutuhan belajar siswa secara lebih efektif.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas guru. Ketua MGMP Bahasa Inggris SMP Kota Bandar Lampung, Sujatmoko, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan guru sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kompetensi profesional tenaga pendidik, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Bidang Bahasa Inggris MKKS Kota Bandar Lampung, Suisnedy, yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah. Menurutnya, kerja sama yang solid akan membantu menciptakan sistem pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Secara resmi, kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Heri Kuswoyo, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa penguasaan teknologi pendidikan saat ini bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi para guru. Ia berharap melalui kegiatan ini, para guru dapat terus mengembangkan diri dan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif di kelas.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Program Studi Magister Bahasa Inggris Universitas Teknokrat Indonesia yang disampaikan oleh Dr. Laila Ulsi Qodriani. Dalam sesi tersebut, ia memaparkan berbagai keunggulan program, visi pendidikan, serta peluang pengembangan karier bagi para guru yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister.
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf. Ia menilai bahwa kegiatan PKM ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam penguatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendorong inovasi pembelajaran di masa depan.
Lebih jauh lagi, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals khususnya pada poin keempat, yaitu Pendidikan Berkualitas (SDG 4). Dengan meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi digital, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih inklusif, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era modern.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mencerminkan prinsip keberlanjutan dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi digital dan AI dinilai mampu menciptakan sistem pembelajaran yang lebih efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, penggunaan media digital juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada bahan ajar berbasis cetak, sehingga lebih ramah lingkungan.
Sebagai institusi yang mengusung konsep Green Campus, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong integrasi teknologi digital dalam berbagai aspek pembelajaran. Penggunaan media berbasis AI menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang modern, efisien, serta peduli terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai agen transformasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Kolaborasi yang terjalin antara perguruan tinggi dan komunitas guru diharapkan dapat terus berkembang, sehingga mampu menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik dan berdaya saing tinggi di masa mendatang.