Bandar Lampung, – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) terus meningkatkan kemampuan Mahasiswanya. Kali ini, anak didik Kampus terbaik di Lampung itu mendapatkan Juara Newscasting kategori Lomba Membaca Berita dalam Bahasa Inggris.

Dalam event EEC in Action (EIA) XIX yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung 23-25 Oktober 2020, Alvi Rayhan Utami, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UTI angkatan 2017 meraih juara tiga.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM mengatakan, Universitas Teknokrat selalu memotivasi mahasiwa untuk ikut dalam kegiatan yang meningkatkan prestasi baik akademik maupun non akademik.

"Saya sangat senang dan bangga, dengan adanya mahasiswa yang berprestasi baik di tingkat lokal, nasional hingga internasional menandakan sistem pendidikan pada perguruan tinggi telah baik," kata Mahathir.

Ia mengatakan, event Nasional tersebut diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom. Dengan peserta newscasting sebanyak 30 orang sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia.

"Meski dilakukan secara daring, namun tidak mengubah semangat mahasiswa kami dalam melakukan kegiatan. Sarana prasarana dan organisasi di Universitas Teknokrat ini mendukung, menjadi faktor lahirnya mahasiswa berprestasi," kata dia.

Lebih lanjut, dikatakan Mahathir, di tengah pandemi COVID-19 proses latihan tetap harus berjalan semaksimal mungkin dan pada saat hari lomba. Fasilitas internet dan komputer dengan spec yang baik telah disiapkan sehingga dapat meminimalisir ketidakmaksimalan lomba karena kendala teknis.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UTI, Alvi Rayhan Utami mengatakan dalam kompetisi tersebut, terdiri babak penyisihan (rekaman membaca berita), Semifinal 10 Besar (Live report atau reportase lapangan), Grandfinal (Talkshow).

"Allhamdulillah pada grandfinal saya meraih juara tiga, dari awalnya menyisihkan 40 peserta yang terdiri dari beberpa kampus besar. Diantaranya Universitas Gadjah Mada Jogjajarta, Univeristas Diponegoro Jawa Tengah, Universitas Lampung dan Universitas Dian Nuswantoro Semarang," paparnya.

Diketahui, Alvi perah meraih Juara 1 newscasting Lampung English Festival 2020 dan Semifinalis newscasting di ALSA English Competition 2019. Dengan dilaksanakan via daring dan luring bersama tim newscasting, alumni dan pembimbing.

"Untuk kompetisi ini saya melakukan persiapan selama satu bulan, untuk menyiapkan News yang mau dibawakan, pemilihan materi, pemilihan kata dan teknisnya, serta latihan intonasi," pungkasnya.

Di kompetisi tersebut, UKM TEC juga memperoleh penghargaan lainnya di cabang debat yaitu The 3rd Novice Best Speaker (Janata Shoji, Sastra Inggris 2018), The 6th Novice Best Speaker (Tania Regina, Akuntansi 2018) dan The 10th Novice Best Speaker (Felissia Novita, Sastra Inggris 2018).

Bandarlampung, – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, salah satu PTS Terbaik Memperoleh Akreditasi "Baik Sekali" di Lampung. Kali ini prestasi tingkat nasional ditorehkan oleh mahasiswa Prodi Sastra Inggris. Dalam event The 20th ALSA English Challenge, Lomba Bahasa Inggris tingkat nasional yang diadakan oleh ALSA Local Chapter Universitas Padjadjaran Bandung, mahasiswa Universitas Teknokrat keluar sebagai juara Nasional.

Biasanya, lomba dilaksanakan secara langsung. Tapi, di musim pandemi Covid-19, Lomba ALSA English Challenge dilaksanakan secara daring melalui pengiriman video kepada panitia. Setelah melalui proses penjurian yang cukup ketat oleh tim juri akhirnya diumumkan pada tanggal 3 Oktober 2020 melalui zoom conference. Dengan peserta terdiri Sekolah Menengah Atas dan Perguruan tinggi ternama di Indonesia, delegasi Universitas Teknokrat Indonesia meraih juara.

Delegasi Universitas Teknokrat Indonesia yang meraih juara tingkat nasional ini yakni :
Andi Tri Santoso (Mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2017) sebagai Juara 1 Newscasting. Andi mengangkat tema yang masih aktual dengan menyusun berita tentang “Penanggulangan COVID-19 di Indonesia”.

Selain Andi, mahasiswa Universitas Teknokrat yang meraih prestasi yaitu; Shana Makhmood Khan (Mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2018), keluar sebagai Juara 3 Speech dan Juara favorit. Ia mengangkat tema “Dampak Pemotongan biaya pendidikan selama masa pandemic COVID-19 bagi mahasiswa di Indonesia”

Pembimbing Perlombaan dan Pembina UKM Teknokrat English Club Suprayogi, S.S., M.Hum, saat dimintai komentarnya, Sabtu (3/10/2020), menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia tetap aktif dan produktif dalam berbagai kegiatan, baik lokal maupun nasional.

Khususnya mahasiswa yang tergabung dalam Teknokrat English Club (TEC) tetap mengikuti perlombaan tingkat nasional di masa pandemi ini. Dengan segala tantangan pandemi yang ada, mahasiswa terus berlatih dan membuahkan hasil sebagai juara.

“Saya bangga dengan Andi dan Shana karena semangat dan attitude kompetisinya bagus, selalu terbuka terhadap feedback serta inisiatif untuk melakukan latihan tambahan. Semoga ini bisa menjadi contoh mahasiswa lain bahwa di masa pandemi ini kita harus tetap berusaha mengaktualisasikan diri dan tetap produktif,” ujar Suprayogi.

 

Link Berita klik Disini

Meski terbilang baru, komunitas senam Universitas Teknokrat Indonesia sudah meraih prestasi. Tidak tanggung-tanggung dua mahasiswa Prodi Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia meraih juara 1 pada lomba Senam Bandarlampung Sehat Bermartabat pada Gebyar Sehat, di Lamban Kuning Sularame Bandarlampung, Minggu (8/3/3020).

Dua mahasiswa Universitas Teknokrat yang meraih juara senam pada Gebyar Sehat yaitu, Edytha Bintang Yemima Sihombing dan Aindi Ailutfi. Juara 1 pemenang lomba senam menerima hadiah dan piagam dari Irjen Pol (pur) Ike Edwin – dr. Zam Zanariah. Dosen pembimbing Senam Universitas Teknokrat Indonesia Rachmi Marsheilla Aguss, M.Pd, Senin (9/3/2020), mengatakan, dua mahasiswa yang neraih juara 1 dalam senam kreasi Bandarlampung Sehat, tampil luar biasa sehingga menjadi perhatian juri dan dinobatkan sebagai pemenang.

Dalam lomba gebyar sehat untuk senam kreasi diikuti sebanyak 30 regu dari berbagai kalangan. Dengan penuh keyakinan dan semangat berlatih usaha Edytha Bintang dan Aindi Ailutfi, akhirnya membuahkan hasil. Sebagai komunitas baru di Prodi Pendidikan Olahraga di Universiras Teknokrat, Rachmi cukup bangga dengan prestasi yang diraih dua pesenam Teknokrat. Kedepan dirinya bersama pembina senam lainnya akan terus melakukan pembinaan bagi pesenam Teknokrat agar bisa meraih prestasi dalam perlombaan senam. (W9)

Bali, - Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional dalam ajang bergengsi 8th Bali International Choir Festival (BICF) 2019, yang berlangsung 24-27 Juli 2019.

Dalam Festival Paduan Suara ini, Universitas Teknokrat mengirimkan mahasiswa/i terbaik yang tergabung dalam tim paduan suara mahasiswa Teknokrat. Setelah bertanding pada Rabu, 24 Juli 2019, Tim Paduan Suara Mahasiswa Teknokrat meraih dua medali emas dan perak.

Pembina Paduan Suara Teknokrat Rischa Kustiyawati, S.Kom, mendampingi Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, Sabtu (27/7/2019, mengatakan, dua medali yang diraih yaitu, Kategori mix youth memperoleh silver medal (medali perak). Lagu yang di nyanyikan, hope faith life love – all things bright and beautifull. Katogori pop and jazz memperoleh gold medal (medali emas). Lagu yang di nyanyikan: it might as well be spring – how far i’ll go.

Bali International choir festival 2019 yang didirikan oleh Tommyanto Kandisaputra (President of Bandung Choral Society) artistic director of Bali International Choir Festival telah berhasil menyelenggarakan acara BICF tersebut.

Awarding Ceremony dibuka oleh Kapolda Bali Inspektur Jendral Polisi Petrus Reinhard Golose serta dihadiri oleh para pejabat Polda Bali, Kapolresta Denpasar Bali dan pejabat setempat.

Kegiatan BICF ini berlangsung selama 5 hari tepatnya dari tanggal 23 – 27 Juli 2019, berlangsung di Discovery Kartika Plaza Hotel Kute Bali. Festival paduan suara ini di ikuti oleh 105 peserta dari 15 negara di dunia di antaranya Indonesia, Amerika, Korea Selatan, Italia, Malaysia, Singapura, Afrika Selatan, Filiphina, Vietnam, Spanyol, slovenia, Thailand, India, China, Srilanka. Ada 16 juri profesional yang berasal dari 11 Negara didunia, 5 juri asal Indonesia, 3 juri asal Amerika, 1 juri asal Vietnam, 1 juri asal Thailand, 1 juri asal Italia, 2 juri asal Filipina, 1 juri asal Srilanka, 1 juri asal Slovenia, 1 juri asal Malaysia.

Rischa melanjutkan, dalam kompetisi bergengsi ini Universitas Teknokrat mengirimkan 38 mahasiswa/i terbaik yang terbagi dalam 3 fakultas yaitu Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Mereka dilatih oleh empat pelatih yang telah berkompeten yaitu Naning Widayati, M.Pd., Yusi Indra Adiwijaya, S.S, Tian Hestiarto, SPd, Marsha Katarina Andreas, S.Pd, dan Pianist Antonius Yudha Esma, serta pembina paduan suara Teknokrat Rischa Kustiyawati, S.Kom.

Rischa juga Ketua Kontingen Tim melanjutkan, usaha yang dilakukan mahasiswa untuk mendali ini tidaklah mudah, selama tujuh bulan mereka berlatih untuk mewujudkan hasil yang terbaik. “Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Universitas Teknokrat Indonesia yang sangat mendukung kami sepenuhnya secara moral dan materil, kepada orang tua mahasiswa yang juga mendukung dan memberikan doa restu kepada anak-anak. Serta terimakasih kepada para pelatih yang juga ikut berjuang membantu kami menghasilkan anak-anak yang memiliki mental yang kuat dalam kompetisi internasional ini,” ujar Icha sapaan akrab pembina UKM PSM Teknokrat ini.

 

Sumber : https://warta9.com/tim-paduan-suara-mahasiswa-teknokrat-raih-mendali-emas-dan-perak-bali-international-choir-festival/

Tim Bahasa Inggris Teknokrat English Club (TEC) Universitas Teknokrat Indonesia mampu mendapatkan spot jajaran pemenang di ajang lomba bahasa Inggris Asian English Olympics (AEO) 2020. Tim yang terdiri dari 10 mahasiswa dari tiga cabang lomba yang diikuti yakni debate, newscasting dan speech berhasil menerima dua penghargaan khusus di acara tersebut. Yang pertama adalah Pengahrgaan Pembicara terbaik pertama lomba debat Bahasa Inggris kategori pemula (The 1st novice best speaker) diraih oleh Malik Akbar Junaidi, mahasiswa program studi Sastra Inggris angkatan 2016. Mahasiswa yang kerap disapa Akbar tersebut berhasil memperoleh nilai tertinggi untuk kategori individu, dimana nilai akhir merupakan akumulasi dari nilai individu yang dikumpulkan dari ronde 1 sampai ronde 6 yang berlangsung selama 2 hari. “


Penghargaan lainnya diperoleh Andi Tri Santoso, mahasiswa program studi Sastra Inggris angkatan 2017. Andi dari cabang newscasting memperoleh penghargaan sebagai penampil reportase berita terbaik (The Best Live Report). Andi berhasil menduduki peringkat pertama dari seluruh peserta newscasting pada saat babak penyisihan. “Saya tidak menyangka bahwa nilai performance saya berada di posisi nomor satu. Saya focus untuk tampil maksimal di depan kamera dari konten yang saya siapkan”. Babak ini terbilang cukup menantang karena dilakukan di luar ruangan dan terdistraksi oleh orang lalu lalang, sehingga dibutuhkan konsentrasi dan mental yang kuat untuk dapat tampil dengan lancar.


Asian English Olympics (2020) merupakan event tahunan dari Universitas Bina Nusantara yang diselenggraakan oleh Bina Nusantara English Club (BNEC) untuk berkompetisi di bidang Bahasa Inggris tingkat Asia. Tahun ini siswa dan mahasiswa dari Bangladesh, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Korea Selatan ikut bertanding. Kali ini, AEO diselenggarakan dari tanggal 10 – 14 Februari 2020 di Universitas Bina Nusantara dan mengangkat tema “Manifest Your Dream”.
Prestasi ini menjadi motivasi agar tahun berikutnya Tim Teknokrat bisa kembali dipanggil dalam jajaran juara. Bagi Pembina Teknokrat English Club (TEC), Suprayogi, M.Hum., AEO adalah ajang internasionalisasi kampus agar mahasiswa terbukakan wawasannya untuk berinteraksi dan berkompetisi dalam atmosfer global. Mahasiswa tidak hanya belajar memahami aksen Bahasa yang bervariasi, tetapi juga mengukur diri sejauh mana berpikir kritis dan tampil terbaik dalam kompetisi yang skalanya lebih tinggi.